Sudah lama saya tidak menulis resensi di blog ini... well, malah sebenarnya sudah lama juga saya tidak menulis blog ini, hehehe.. kali ini sepertinya saya ingin membagi sebuah film, yang menurut saya pribadi layak ditonton sebagai bahan inspirasional untuk semua orang.
Film itu adalah THE PURSUIT OF HAPPYNESS.
Sebelum membahas mengenai film ini, mungkin ada yang mempertanyakan, apakah ada yang salah dengan penulisannya. Yup, saya tidak salah menuliskannya. Memang seharusnya penulisan itu adalah HAPPINESS, namun film ini memang judulnya HAPPYNESS. Apa alasannya? AKan dijelaskan dalam filmnya. Saya disini tidak akan membahas terlalu banyak mengenai hal itu.
Adalah Chris Gardner, seorang sales alat-alat medis yang menginvestasikan uangnya untuk menjual sebuah alat x-ray personal di rumah sakit-rumah sakit. Satu yang tidak ia ketahui, alat itu ternyata masih dianggap sebagai sebuah kemewahan yang tidak perlu, karena fungsinya yang menggantikan mesin x-ray masih dianggap terlalu mahal.
Kesulitan dalam menjual, membuat Chris mulai tidak memiliki uang. Mobilnya disita karena ia tidak mampu membayar tilang, ia menunggak pajak, uang sekolah Christopher, anaknya, dan juga uang sewa rumah. Keadaannya diperburuk dengan istrinya yang memutuskan untuk meninggalkannya. Berkat tekad Chris untuk mengasuh anaknya, maka akhirnya mereka mulai menjalani hidup berdua.
Kesempatan seakan mulai terbuka, ketika Chris mulai mengenal dunia broker dan menemukan kesempatan untuk mengikuti training selama 6 bulan sebelum akhirnya memiliki kesempatan diangkat menjadi seorang broker. Chris mengambil kesempatan apa saja untuk diterima. Seakan tidak cukup, saat hendak diwawancarai, Chris harus menginap semalam di bui karena menunggak tilang, hadir di tempat wawancara dengan hanya mengenakan kaos singlet, jaket, dan celana jeans. Namun berkat kegigihan dan kejujurannya, akhirnya ia diterima. Meskipun tidak dibayar, Chris tetap pantang menyerah. Sambil berusaha menghabiskan sisa alat medik-nya, ia berusaha keras, belajar, dan memperluas pergaulannya.
Bukan sesuatu yang pantas diangkat ke film kalo cuma itu saja masalahnya. Lebih pelik lagi, Chris diusir dari rumahnya, kemudian dari motel tempat ia menetap sementara, hingga harus tidur di toilet stasiun kereta api. Well, menurut saya, ini adalah adegan paling menyentuh, saat Chris mengelus kepala Christopher yang tengah tidur di pangkuannya di lantai kamar mandi, berusaha menutup telinga anaknya saat pintu kamar mandi di ketuk dari luar. Betapa, Chris meneteskan air mata, merasakan pahitnya kehidupan, namun ia tidak menyerah sedikitpun. Kemudian, ada kesempatan untuk tidur di tempat penampungan dimana untuk mendapatkannya, orang-orang harus antri.
Namun, kesabaran Chris dalam menghadapi cobaan dan berusaha untuk selalu tidak menyerah membuahkan hasil yang manis... Yang juga menjadi pesan moral dalam film ini, bahwa betapapun pahit hidup anda, jika tidak sedikitpun anda menunjukkan kata 'menyerah', maka hasil yang akan anda dapatkan juga akan mengagumkan. Tentu saja, kesabaran juga harus menyertai usaha anda.
Film ini berdurasi sekitar 2 jam, terinspirasi dari kisah nyata Chris Gardner sendiri (yang tampil cameo di akhir film tanpa dialog), dan Will Smith menyuguhkan akting yang memukau (dengan nominasi Oscar 2006 best actor) dan menyentuh.
DVD film ini sendiri tanpa cela, suara Dolby Digital 5.1 (tapi untuk drama, tidaklah penting bukan?), subtitle bahasa Inggris yang lengkap, widescreen edition, dan special features yang tidak ada... (hahahaha.. ini kan bajakan), tapi sepertinya untuk film ini, anda tidak butuh special features. Film ini sendiri bisa menjadi salah satu a must see movie of the year. Sangat inspirasional.
(tidak disarankan untuk mereka yang mengharapkan action, thriller, erotic, horror, dan science fiction)
Tuesday, March 20, 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)
