
Will Smith
Directed by Francis Lawrence
Warner Bros.
Official Website
Selamat datang di New York dengan setting akhir tahun 2009, dimana dunia dilanda virus yang menyerang sebagian besar penduduk bumi. Saking parahnya virus itu, menyebabkan hanya satu orang yang selamat dan dinyatakan immune dari virus tersebut. Yang lain, antara tewas ataupun menjadi semacam zombie yang hidup dari memangsa makhluk hidup apapun itu.
Robert Neville adalah orang yang selamat itu. Hanya ditemani oleh Sam, anjing herder-nya, Neville mencoba menjalani hidup sebagai manusia biasa di siang hari dan bertahan hidup di malam hari, dimana makhluk-makhluk yang lain bisa bergerak bebas karena tidak adanya sinar matahari. Di siang hari ia melakukan berbagai aktivitas sebagaimana layaknya manusia biasa, termasuk mengirimkan siaran radio untuk mengumpulkan orang-orang yang mungkin saja selamat dan bisa mendengarkan siaran tersebut, serta mencoba menemukan antivirus dari virus yang disebabkan oleh obat kanker itu.
Usahanya hampir saja berhasil menemukan antivirus itu, namun kematian anjingnya menyebabkan ia menjadi hampir menyerah. Namun, pertemuannya dengan salah seorang survivor beserta anaknya membuat ia bersemangat kembali. Antara bersemangat dan terdesak untuk menemukan antivirus itu karena para zombie sudah menemukan tempatnya, dan waktu menjadi semakin mendesak untuk menyelamatkan semuanya, karena ternyata antivirus yang ia cari-cari sudah berhasil ia temukan. Sekarang tinggal bagaimana bisa menyebarkan antivirus itu untuk menyembuhkan orang-orang yang terinfeksi.
Well.. secara garis besarnya.. itulah :-)
Dari segi cerita, saya menganggap film ini sedikit lambat di alur cerita. Saya merasa bosan dengan kesendirian Will Smith dan penggambaran akan kesendirian itu yang terlalu bertele-tele. Film baru agak sedikit hidup setelah si anjing Sam mati. Tapi, itu pun sekitar ¾ cerita film ini.
Dari segi akting, Will Smith tetap jempolan! You will do what Will do if you're the only one survivor in the town!
Dari segi artistik dan visual efek, top abis. What a great art director who can created an empty New York just like that.
Keseluruhan: Sedikit membosankan tapi harus bisa dilihat secara keseluruhan bahwa film ini memang harus membosankan. Ya iya lah, kalo enggak, gimana caranya kita bisa tahu kejenuhan dan kebosanan Robert Neville dalam menjalani hari-harinya saat ia hanyalah seorang diri di sebuah kota yang dijuluki sebagai “The City That Never Sleeps” itu.

