Sunday, December 16, 2007

I Am Legend




Will Smith
Directed by Francis Lawrence
Warner Bros.
Official Website

Selamat datang di New York dengan setting akhir tahun 2009, dimana dunia dilanda virus yang menyerang sebagian besar penduduk bumi. Saking parahnya virus itu, menyebabkan hanya satu orang yang selamat dan dinyatakan immune dari virus tersebut. Yang lain, antara tewas ataupun menjadi semacam zombie yang hidup dari memangsa makhluk hidup apapun itu.

Robert Neville adalah orang yang selamat itu. Hanya ditemani oleh Sam, anjing herder-nya, Neville mencoba menjalani hidup sebagai manusia biasa di siang hari dan bertahan hidup di malam hari, dimana makhluk-makhluk yang lain bisa bergerak bebas karena tidak adanya sinar matahari. Di siang hari ia melakukan berbagai aktivitas sebagaimana layaknya manusia biasa, termasuk mengirimkan siaran radio untuk mengumpulkan orang-orang yang mungkin saja selamat dan bisa mendengarkan siaran tersebut, serta mencoba menemukan antivirus dari virus yang disebabkan oleh obat kanker itu.

Usahanya hampir saja berhasil menemukan antivirus itu, namun kematian anjingnya menyebabkan ia menjadi hampir menyerah. Namun, pertemuannya dengan salah seorang survivor beserta anaknya membuat ia bersemangat kembali. Antara bersemangat dan terdesak untuk menemukan antivirus itu karena para zombie sudah menemukan tempatnya, dan waktu menjadi semakin mendesak untuk menyelamatkan semuanya, karena ternyata antivirus yang ia cari-cari sudah berhasil ia temukan. Sekarang tinggal bagaimana bisa menyebarkan antivirus itu untuk menyembuhkan orang-orang yang terinfeksi.

Well.. secara garis besarnya.. itulah :-)

Dari segi cerita, saya menganggap film ini sedikit lambat di alur cerita. Saya merasa bosan dengan kesendirian Will Smith dan penggambaran akan kesendirian itu yang terlalu bertele-tele. Film baru agak sedikit hidup setelah si anjing Sam mati. Tapi, itu pun sekitar ¾ cerita film ini.

Dari segi akting, Will Smith tetap jempolan! You will do what Will do if you're the only one survivor in the town!

Dari segi artistik dan visual efek, top abis. What a great art director who can created an empty New York just like that.

Keseluruhan: Sedikit membosankan tapi harus bisa dilihat secara keseluruhan bahwa film ini memang harus membosankan. Ya iya lah, kalo enggak, gimana caranya kita bisa tahu kejenuhan dan kebosanan Robert Neville dalam menjalani hari-harinya saat ia hanyalah seorang diri di sebuah kota yang dijuluki sebagai “The City That Never Sleeps” itu.

Friday, May 11, 2007

An Unconvenient Truth



Akhirnya saya menulis lagi...
kesibukan yang sangat memberatkan membuat saya sempat tertunda untuk mengisi blog ini... tapi, akhirnya saya memutuskan untuk menulis lagi, karena sebuah film.


Film ini bertipe dokumenter. Eit, jangan langsung berpaling dulu dong, ini benar-benar film yang sangat menggugah dan membuat kita berpikir, tergerak untuk berbuat sesuatu terhadap kehidupan kita. Film-nya berjudul, An Unconvenient Truth - A Global Warning. Tentang apakah film ini?


Kita mungkin sering mendengar kata-kata Global Warming atau pemanasan Global, efek rumah kaca, ozon yang semakin menipis, dan sebagainya, dan sebagainya... Sangat sering. Namun, tahukah kita apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana Pemanasan Global itu bisa terjadi, apa dampaknya, yang langsung maupun secara tidak langsung kepada bumi ini? Dan apakah yang sudah terjadi, serta tindakan apa yang mendukung hal ini?


Di film dokumenter ini, semua dijelaskan secara gamblang oleh Al Gore. Sounds familiar? Iya lah, dia adalah wakil presiden Amerika Serikat saat Bill Clinton berkuasa, dan dia termasuk politisi yang cukup concern dengan masa depan bumi kita ini. Terkadang menonton film ini seakan merupakan sebuah film propaganda politik, agar Al Gore bisa tembus menjadi presiden, namun sebenarnya itu pikiran yang sangat sempit dan picik. Al Gore mengajak kita untuk peduli akan bumi kita, tempat tinggal kita. Dia membuka mata kita mengenai hal-hal yang sebelumnya hanya kita dengar istilahnya tanpa tahu apa maknanya. Pemanasan Global.


Dalam film ini, semua hal yang berkaitan dengan pemanasan global dijelaskan dengan gambar, film, grafis, statistik, dan dengan gaya bahasa yang sangat mudah dimengerti. Tujuan Al Gore memang cuma satu, membangun kesadaran kepada penontonnya bahwa masalah ini bukan hanya masalah satu or dua orang saja, namun masalah bersama. Bumi kita nyaris sedang sekarat. Kita yang tinggal di pinggir2 laut bisa saja nanti akan tersapu. Dan, ini semua bukanlah untuk menakut-nakuti, namun dijelaskan apa adanya. Dengan foto-foto yang diberikan, kita semua akan mengerti betapa bumi kita memang membutuhkan uluran tangan kita, demi kebaikan semua.


Jadi, saran saya, tontonlah film ini, dan pastikan teman anda menontonnya. Insya Allah, menyaksikannya membuat anda mulai waspada dan bertindak lebih bijaksana dalam usaha menyelamatkan bumi kita. Saya sangat setuju kalau film ini diedarkan di sekolah-sekolah dan.. yah, mungkin untuk anak SD bisa diberikan edisi sulih suara-nya. Penyelamatan memang harus dimulai dari kecil.


Seperti kata tagline ini... "by far, the most terrifying film you will ever see..."
disini tidak ada hantu, setan, special efek, semua tidak ada. justru itu lah yang menakutkan, karena kita disuguhi bumi kita tercinta ini dengan kondisinya yang semakin parah. Dan kita semua hidup di dalamnya...


It's a great documentary feature film... so, please watch it and change your mind to save our earth... be wise to the place we live in...


Ada yang memperhatikan judul ini adalah An Inconvenient Truth - A Global Warning? Sekilas, kata belakangnya mirip dengan hal yang memang ditonjokan oleh film ini.. Global Warming. Dan jangan lupa, film ini meraih Academy Award 2006 sebagai film Dokumenter terbaik....

Tuesday, March 20, 2007

The Pursuit of Happyness (2006)

Sudah lama saya tidak menulis resensi di blog ini... well, malah sebenarnya sudah lama juga saya tidak menulis blog ini, hehehe.. kali ini sepertinya saya ingin membagi sebuah film, yang menurut saya pribadi layak ditonton sebagai bahan inspirasional untuk semua orang.

Film itu adalah THE PURSUIT OF HAPPYNESS.

Sebelum membahas mengenai film ini, mungkin ada yang mempertanyakan, apakah ada yang salah dengan penulisannya. Yup, saya tidak salah menuliskannya. Memang seharusnya penulisan itu adalah HAPPINESS, namun film ini memang judulnya HAPPYNESS. Apa alasannya? AKan dijelaskan dalam filmnya. Saya disini tidak akan membahas terlalu banyak mengenai hal itu.

Adalah Chris Gardner, seorang sales alat-alat medis yang menginvestasikan uangnya untuk menjual sebuah alat x-ray personal di rumah sakit-rumah sakit. Satu yang tidak ia ketahui, alat itu ternyata masih dianggap sebagai sebuah kemewahan yang tidak perlu, karena fungsinya yang menggantikan mesin x-ray masih dianggap terlalu mahal.

Kesulitan dalam menjual, membuat Chris mulai tidak memiliki uang. Mobilnya disita karena ia tidak mampu membayar tilang, ia menunggak pajak, uang sekolah Christopher, anaknya, dan juga uang sewa rumah. Keadaannya diperburuk dengan istrinya yang memutuskan untuk meninggalkannya. Berkat tekad Chris untuk mengasuh anaknya, maka akhirnya mereka mulai menjalani hidup berdua.

Kesempatan seakan mulai terbuka, ketika Chris mulai mengenal dunia broker dan menemukan kesempatan untuk mengikuti training selama 6 bulan sebelum akhirnya memiliki kesempatan diangkat menjadi seorang broker. Chris mengambil kesempatan apa saja untuk diterima. Seakan tidak cukup, saat hendak diwawancarai, Chris harus menginap semalam di bui karena menunggak tilang, hadir di tempat wawancara dengan hanya mengenakan kaos singlet, jaket, dan celana jeans. Namun berkat kegigihan dan kejujurannya, akhirnya ia diterima. Meskipun tidak dibayar, Chris tetap pantang menyerah. Sambil berusaha menghabiskan sisa alat medik-nya, ia berusaha keras, belajar, dan memperluas pergaulannya.

Bukan sesuatu yang pantas diangkat ke film kalo cuma itu saja masalahnya. Lebih pelik lagi, Chris diusir dari rumahnya, kemudian dari motel tempat ia menetap sementara, hingga harus tidur di toilet stasiun kereta api. Well, menurut saya, ini adalah adegan paling menyentuh, saat Chris mengelus kepala Christopher yang tengah tidur di pangkuannya di lantai kamar mandi, berusaha menutup telinga anaknya saat pintu kamar mandi di ketuk dari luar. Betapa, Chris meneteskan air mata, merasakan pahitnya kehidupan, namun ia tidak menyerah sedikitpun. Kemudian, ada kesempatan untuk tidur di tempat penampungan dimana untuk mendapatkannya, orang-orang harus antri.

Namun, kesabaran Chris dalam menghadapi cobaan dan berusaha untuk selalu tidak menyerah membuahkan hasil yang manis... Yang juga menjadi pesan moral dalam film ini, bahwa betapapun pahit hidup anda, jika tidak sedikitpun anda menunjukkan kata 'menyerah', maka hasil yang akan anda dapatkan juga akan mengagumkan. Tentu saja, kesabaran juga harus menyertai usaha anda.

Film ini berdurasi sekitar 2 jam, terinspirasi dari kisah nyata Chris Gardner sendiri (yang tampil cameo di akhir film tanpa dialog), dan Will Smith menyuguhkan akting yang memukau (dengan nominasi Oscar 2006 best actor) dan menyentuh.

DVD film ini sendiri tanpa cela, suara Dolby Digital 5.1 (tapi untuk drama, tidaklah penting bukan?), subtitle bahasa Inggris yang lengkap, widescreen edition, dan special features yang tidak ada... (hahahaha.. ini kan bajakan), tapi sepertinya untuk film ini, anda tidak butuh special features. Film ini sendiri bisa menjadi salah satu a must see movie of the year. Sangat inspirasional.

(tidak disarankan untuk mereka yang mengharapkan action, thriller, erotic, horror, dan science fiction)

Wednesday, July 13, 2005

War of The Worlds

a long waited movie become one of the disappointed movie of the years.. hiks hiks... ada apa denganmu Spielberg??

oke, pembukaannya bagus, menegangkan, dan lumayan orisinil, kita ditunjukkan betapa menegangkan reaksi-reaksi mereka mendapati bahwa makhluk asing dr dalam bumi itu ternyata begitu mudah menghancurkan manusia dengan senjata mereka....

pertengahan film, mulai bertanya-tanya...
(1) mobil tentara kok masih bisa jalan?
(2) pesawat tentara kok juga masih bisa terbang?
(3) kok masih bisa menangkap siaran televisi or radio?

dan di akhir film lebih tidak masuk akal...
(1) masa' si alien ga menyadari tentang iklim bumi dan embunnya segala macam??
(2) kok bisa anaknya selamat, pdhl udah jelas2 sewaktu dia mendekat ke arah pertempuran, kemudian terjadi ledakan hebat??
(3) rumah mantan mertua-nya kok masih utuh?? enak bener??
(4) keluarganya kok masih selamat semua??

ah, makin menjengkelkan... sayang banget, sedih... sedih sekale...
aku sih ga merekomendasikan film ini, tp kalo ada yg suka, silakan :-)

Fantastic Four

Akhirnya!! Sebuah film yang diangkat dari komik, dan tidak membuat kita berkerut kening dalam menontonnya. Sebuah film yang benar2 setia sebagai pakemnya film komik, yaitu cerita yang mengibaratkan kita untuk membaca sebuah komik edisi pertama Fantastic Four...

Oke, ceritanya emang nyaris bisa ditebak, tapi visualisasi yang ditampilkan menurut saya oke banget. kita diantarkan Tim Story untuk mengetahui asal usul asal muasal Fantastic Four. Dan sebagai satu film super hero, baru kali ini saya mengetahui ada superhero yang tidak menutup-nutupi identitas aslinya, hehehehe....

Yah, buat film liburan, ini film oke banget, dan menurut saya yang paling santai dibandingkan dengan War of The Worlds atau Batman Begins, tp yah, tentu saja selera saya berbeda dengan mereka-mereka para kritisi film.

Thursday, June 23, 2005

Madagascar

Film animasi 3D Komputer yang asyik banget ini sungguh lucu dr awalnya!! Dengan trailer yang kocak dan warna-warna cerah ceria, namun juga tema yang orisinal, saya pikir film ini sangat layak ditonton oleh seluruh lapisan keluarga...

Dibuka dengan lagu Matt Monroe (kalo saya ga salah inget) Born Free, film ini mengalirkan kisah tentang 4 penghuni kebun binatang, Alex the Lion, Marty the Zebra, Melman the Giraffe, dan Gloria the Hippo, beserta 4 penguin yang lucu, yang punya gagasan untuk ke dunia luar yang liar... well, sebenarnya hanya si Marty yang punya gagasan ini, beserta The Penguin tentu saja. tapi mereka terpaksa berpetualang bersama2 gara2 saat Marty iseng berkelana sendirian, teman2nya memutuskan untuk menyelamatkannya, dan akhirnya mereka semua akan dilepas ke Africa.

Selesai? Belum!! Karena ulah keempat penguin, saat berada di kapal, mereka terjatuh dengan box mereka dan terdampar di Madagascar. Disitulah Marty merasa bahwa inilah dunianya, sayangnya Alex dan yang lain menemui kesulitan untuk beradaptasi. Apalagi, Alex di dunia yang liar mendapatkan jati dirinya yang sebenarnya, sebagai seekor binatang buas yang siap memangsa... dan itu berarti merupakan ancaman bagi Marty dan teman-teman yang lain. Bagaimana kisahnya... sayang kalo diceritakan...

Yang pasti, film ini bener2 kaya akan hiburan menyegarkan. Apalagi saat acara pesta Lemur yang pertama... it's all fun!! Gila... Ngakak abis sepanjang film ini...

Sama sekali tidak rugi nonton film ini, Sama sekali tidak rugi!!!
The Funniest Animated Motion Picture... so far!

Wednesday, June 22, 2005

Batman Begins

Batman awakens... after long long years...
with the new director, new logos, new actor, and new story... huehehehe... Yup, Christoper Nolan menjadikan Batman versi dia ini adalah Batman yang setia pada komiknya, tidak mengubah2 segala macam, dengan taburan bintang-bintang yang rela tampil sebentar meski sekelas Oscar...

Christian Bale hadir sebagai BATMAN dan BRUCE WAYNE... well, cukup menjanjikan, dia punya badan yang bagus, muka yang berkarakter, dan yang pasti, akting yang tidak mengecewakan. Rasanya ini Batman yang lumayan oke setelah Val Kilmer, kalo dibandingkan dengan Michael Keaton dan George Clooney yang menurut pribadi saya tidak cocok buat jadi Batman. Katie Holmes, lumayanlah, meski tampilnya dia hampir stereotype dengan tipe cewek2 yang tampil di film BATMAN, sekedar tampil lewat, bahkan Nicole Kidman pun juga demikian...

Ceritanya... hmmm... lumayan panjang... Dengan Durasi 2 jam 15 menit, kita akan diajak Nolan untuk mengetahui asal muasal mengapa Bruce memilih kelelawar menjadi topengnya, juga bagaimana ia memperoleh kekuatan dan kesaktian-nya... disini kita juga akan dibawa Nolan untuk mengetahui bagaimana orang tua Bruce meninggal, bagaimana Bruce mendapatkan lokasi untuk BatPod-nya... pokoknya semua serba awal!

Musuh yang tampil, selain si pembunuh ortu Bruce, kemudian ada Rah Uh ... wah, lupa namanya siapa, dan tentu saja The Scarecrow! Sayang sekali, kalo menurut saya pribadi, musuh2 Batman tidak menampilkan pertempuran yang spektakuler, meskipun adegan saat gas syaraf menyerang rumah sakit Jiwa itu cukup mendebarkan... Tapi tetap saja adegan 30 menit terakhir merupakan adegan terbaik dalam film ini. Selebihnya? cukup membosankan. Tapi buat yang kangen dengan BATMAN, tentu saja film ini tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Monday, May 23, 2005

Kingdom of Heaven

Disutradarai oleh Ridley Scott, sutradara GLADIATOR...

Pada awalnya saya sempat pesimis dengan film ini, dalam arti, hey, film ini adalah tentang Perang Salib, dan yang membuat film ini adalah orang Bule, apakah nanti tidak akan mendiskreditkan Islam? Tapi dengan niat bulat, akhirnya saya putuskan untuk menontonnya, toh selama ini tidak ada kritikan tajam dari para ulama,apalagi Aa Gym... oke deh, nonton...

Dan ternyata...

It becomes one of the great movies that luckily I watched!! Gilaa.. film ini baguuuus banget... Tentang perjuangan seorang pejuang Nasrani, Ibelin, yang mengangkat senjata bukan untuk mempertahankan agamanya, namun lebih kepada membela kota tempat ia tinggal, Yerussalem. Sadis, tentu saja, tapi tidak ditonjolkan berlebihan. Oh ya, Makna Kingdom of Heaven sendiri adalah kota Yerussalem itu.

Satu hal yang saya senangi dari film ini adalah, dia tidak mendiskreditkan agama apapun. Tidak ada yang benar, tidak ada yang salah. Semua saling menghormati, meski dalam keadaan perang. Ada satu adegan yang sangat bikin saya merinding, dan begitu salut dengan penggambaran yang dilakukan oleh Scott, yaitu saat kaum Muslim berhasil menguasai kota Yerussalem, Saladdin berjalan masuk ke istana, dan menemukan Salib yang tergeletak sembarangan di lantai. Dia mengangkat Salib itu, sedikit menyekanya, kemudian meletakkannya dengan posisi yang baik di atas meja... Ini bukan tentang agama, hanya tentang perebutan kota. Dan semua agama adalah sama apabila andaikan ada saling menghormati... Mengenai benar atau salah agama itu, itu hanya urusan pribadi kita dengan Yang Maha Kuasa. Saya salut bener dengan film ini!! Jarang film Hollywood yang bisa menggambarkan dengan begitu indah.

Bagus n Top Abis!!
The Best Movie of The Year!!!
*****

Star Wars III : The Revenge of The Sith

Akhirnya, film yang sudah ditunggu-tunggu, film yang menyambung 2 trilogi Star Wars yang sebelumnya telah hadir! Dan bener-bener eye-catching sekali!! Untuk pecinta film science fiction, sangatlah rugi untuk melewatkan Star Wars!!

Pada film Star Wars III ini, kita diberikan pencerahan mengenai film pertama STAR WARS (yg beredar tahun 1977 itu), tentang tokoh2nya, dan mengapa bisa sampai terjadi semuanya. Mengapa Anakin bisa menjadi Darth Vader, bagaimana Leia dan Luke bisa terpisah, bagaimana Yoda dan Obi Wan Kenobi memilih untuk bersembunyi... semuanya menjadi jelas disini. Dan yang sangat menyenangkan adalah, apabila kita menonton film ke-3 ini, rasanya tidak sabar untuk menonton film yang ke-4, yang notabene sudah kita miliki... atau enggak ya? hehehehe

Bagus banget!!